Rabu, 17 Februari 2010

Positif Thinking

Berpikiran Positif adalah merupakan kunci kebahagiaan, kenapa saya katakan kebahagiaan, karena orang-orang yang selalu berpikiran positif selalu mencari alasan  dengan prasangka baik, hatinya selalu bersih, selalu berpikir yang baik-baik, membuat kita selalu ceria karena ia yakin apa yang menimpa kepada dirinya merupakan yang terbaik untuknya, tidak ada yang rugi dalam setiap kejadian baik atau buruk,  semua ada manfaatnya, karena ada yang lebih maha mengetahui jalan hidup kita yaitu Allah Swt.
Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buat kita, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya buruk buat kita tapi belum tentu buat Allah, Allah mempunyai sekenario yang di luar jangkauan logika pemikiran manusia, tugas kita hanya Ridho apa yang terjadi dengan berperasangka baik bahwasanya tidak mungkin Allah menciptakan kita tapi kita hanya di biarkan, ingatkah kita sewaktu kita lahir kedunia ini, apakah kita langsung berlari, berjalan, berbicara, dan bekerja mencari makan untuk kehidupan kita? Tidak, kita lahir tidak bisa berbuat apa-apa, tapi Allah memberi kita rejeki, makan, minum, pakaian, mainan dsb melalui kedua orang tua kita, Allah memberikan rezekiNya yang tidak di sangka-sangka kepada orang tua kita dan orang tua kita memberikannya kepada kita.. untuk itu mari kita berpikir positive terhadap setiap kejadian yang menimpa diri kita.

Saya teringat kisah seorang anak kembar,  Satu bernama periang dan satu lagi pemurung, siperiang dan sipemurung mempunyai sifat dan karakter yang berbeda sesuai dengan namanya. siperiang selalu ceria, wajahnya selalu gembira, bersemangat dan pintar. tapi sipemurung kebalikannya sesuai namanya pemurung, ia selalu cemberut wajahnya kecut suka marah-marah dan tidak bersemangat dalam aktivitas apapun, karena siperiang dan sipemurung selalu mempunayi sifat yang yang berbeda jahu terutama buat sipemurung, maka orang tuanya pergi ke tempat seorang psikologi untuk menanyakan sifat sipemurung dan siperiang, dengan pertanyaan yang demikian maka seorang konsultan psikologi memberikan masukan agar orang tua sikembar dan sipemurung memberikan hadiah permainan yang paling di sukai sipemurung dan memberikan hadiah yang paling di benci si periang. pada saat hari ulang tahun mereka, dan ketika hari h maka orang tua memberikan hadia di hari yang sama dengan isi kado yang berbeda, si pemurung di belikan pesawat-pesawatan dan si periang di berikan taik kuda, pada saat menerima hadiah, sipemurung begitu senangnya karena ia mendapat pesawat-pesawatan karena itu permainan kesukaannya, tapi itu terjadi hanya beberapa menit karena ia berpikiran panjang, peswat-pesawatan ini nanti akan di pinjam oleh teman-temannya dan lama-lama ia akan rusak, akhirnya ia cemberut lagi seperi sifatnya yang semula, kemudian di tempat lain siperiang terkejut ketika ia membuka hadiah yang diberikan kepadanya  ternyata tahi kuda, wajahnya berubah yang awalnya ceria menjadi murung dan pucat, tapi itu terjadi hanya beberapa menit saja karena ia berpikir Positif bahwasanya tidak mungkin tahi kuda ada tapi kudanya tidak ada?  akhirnya ia keluar memeluk kedua orang tuanya dengan riang hal ini membuat orang tuanya terkejut. diberi taik kuda kok malah senang ??
dari kisah ini bisa kita ambil hikmah, bahwasanya pentingnya kita selalu berpikir positif, berperasangka baik terhadap orang lain, karena semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, dampak orang yang berpikir positif ia akan berprilaku ceria, dan juga kita berperasangka baik kepada Allah, karena apa yang menimpa kepada kita pasti ada hikmanya dan Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita. ( InsyaAllah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar