" Pesan saya jadilah seorang pemenang dengan terus berkarya, berbuat, berbuat dan terus berkerja, Allah tidak melihat hasilnya tapi apa yang sudah kita kerjakan buat memajukan bangsa ini menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik, menjadi bangsa yang mandiri, bermartabat, berdaulat, Negara yang di ridhoi oleh Allah Swt modalnya adalah dengan kemauan kehendak dan tekad yang kuat, mulailah dari diri sendiri dan mulai dari yang terkecil, InsyaAllah"
Jumat, 12 Maret 2010
Kekuatan Itu Ada di Balik Kelembutan
oleh : hardiansyah lubis
Lemah lembut bukan berarti tidak berdaya, tetapi ia merupakan suatu sikaf yang bijaksana dalam mengambil suatu keputusan apapun, Berlaku lemah lembutlah, seandainya nabi kita Muhammad Saw,orang yang sangat kasar dan kejam tentu Islam ini tidak akan bisa tersebar sampai keseluruh penjuru dunia, ya, karena sikaf lemah lembutlah orang tertarik dengan kpribadian Rasullullah Saw, bahkan musuh sekalipun sangat kagum dengan Sikap yang dicontohkan Oleh Rasullullah Saw, inilah yang harus kita contoh dalam aktifitas kita sehari-hari, terutama bagi Aktivis Dakwah ketika berhadapan dengan Objek dakwahnya, mudah-mudahan kita bisa mencontoh sikaf Rasullullah Saw terutama buat penulis sendiri, yang memang harus lebih banyak lagi belajar agar bisa tetap bersikaf lemah lembut dalam menyikapi masalah hidup ini, saya teringat kisah, ya..semacam anekdot lah begitu, cerita ini berawal dari sebuah perbincangan antara Angin dan Matahari dalam cerita mereka, masing-masing merasa lebih kuat, angin merasa dirinya lebih kuat karena ia bisa
menumbangkan pohon-pohon, rumah berterbangan, dan benda-benda yang lain yang besar, tetapi matahari hanya terdiam, dan mengatakan "ayo kita bertarung", angin menerima tawaran si matahari, "Apa contohnya" kata Angin, "Terserah kamu" kata Matahari, "Baiklah" Kata siangin " Ini ada Seorang laki-laki yang sedang berjalan sepertinya ia Kedinginan dan ia memakai Jacket, barang siapa bisa membuka Jacketnya maka ia adalah pemenangnya,Kata Angin, Tak berapa lama Angin berhembus sangat Kencang sampai-sampai Orang ini terpelanting di buat angin itu, tetapi semangkin Kencang angin semangkin kuatia memegang dan memeluk jacketnya, Akhirnya Angin Berhenti, Tak berapa Lama Giliran Matahari, mengeluarkan cuaca panas dengan lembut, sehingga tanpa terasa keringat bercucuran di kening, sehingga tanpa ada paksaan orang ini melepaskan jacketnya dengan sendirinya. dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah, bahwasanya untuk menyelesaikan masalah tidak mesti harus dengan kekauatan tapi lebih efektf dengan kelembutan, walaupun memang kita tahu ada juga suatu masalah tidak bisa di selesaikan dengan cara kelembutan tapi harus dengan Paksaan Atau THE POWER, tetapi hendaklah kita lebih mendahulukan kelembutan terdahulu, baru dengan kekuatan, dan ini pernah juga terjadi pada masa Rasullullah, yaitu ada masalah tidak bisa di selesaikan dengan kelemah lembutan tapi dengan Pedangnya Rasullullah ( KEKUASAAN ) dan ini biasanya terjadi pada orang-orang yang berhati keras, maka lawanya adalah Kekuatan yang kita miliki, pada masa itu kekuatan Rasullullah adalah KEKUASAAN, Kekuasan Rasullullah sebagai seorang Khalifah tidak belau gunakan untuk Kekerasaan pada semua orang tetapi kepada orang yang tidak bisa lagi dengan kelemah lembutan baru Rasullullah memanfaatkan KEKUASAANnya untuk kebaikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar