Senin, 01 Agustus 2016

Langit yang Enggan Menurunkan HujanNya

Bani Israil tertimpa kekeringan di masa Musa a.s. orang banyak berkumpul lalu berkata, " wahai Musa, berdoalah pada tuhanmu agar menurunkan hujan untuk kami " Beliau lalu berdiri bersama mereka dan berjalan menuju paang pasir, seluruhnya sekitar tujuh puluh ribu orang atau bahkan lebih. Mereka berkumpul bersama Nabi Musa, berdiri sambil berdoa. Mereka tampak kumal berdebu, haus dan lapar
    Nabi musa berdiri dan berdoa, " ya tuhanku, turunkanlah hujan-MU pada kami,  rahmt-Mu atas kami, karunialah kami dengan bayi-bayi yang menyusu, binatang ternak yang merumput, dan orang-orang tua yang ruku'. " Langit malah semangkin terang dan matahari semangkin meyengat.
    Musa berkata lagi, " Tuhanku beri kami air !"
    Allah  berfirman , " bagaimana mungkin Aku memberi kalian air jika di antara kalian ada seorang hamba yang bergelimang maksiat sejak empat puluh tahun lalu. panggillah ia dan perintahkan agar ia keluar dari kerumunan ini ! karena dialah Aku tahan turunnya hujan untuk kalian semua."
    Musa a.s berseru pada kaumnya. " hai kamu, hamba yng bermaksiat sejak empat puluh tahun lalu, keluarlah dari kerumunan ini! sebab, kamulah penyebab hujan tidak jadi turun."
    Hamba yang durhaka itu melihat k kiri dan ke kanan. dia tidak melihat seorangpun yang keluar. Tahulah ia bahwa dirinyalah yang di maksud. Dia berkata dalam hati, " jika aku keluar dari kerumunan ini, berarti aku membuka aibku sendiri di hadapan pemuka bani israil. Namun , jika aku tetap bersama mereka, hujan tidak akan turun. " Jiwanya pun tergoncang. Air mata menggenangi kedua matanya. Ia tertunduk, menyesali semua yang pernah ia lakukan. Ia berkata, " Tuhanku, sudah empat puluh tahun hamba mendurhakai-MU. Engkau telah tutupi segala perbuatan dosa itu di hadapan banyak orang dan kini menegur hamba secara halus. Hamba datang pada-Mu dengan penuh keiklasan, maka terimalah tobat hamba." ia rendahkan dirinya di hadapan sang pencipta.
    Belumlah tuntas ucapannya itu, awan bergerak perlahan membentuk gumpalan-gumpalan hitam di langit, turunlah hujan. Musa terkejut lalu berkata, " Tuhanku! Engkau telah menurunkan hujan untuk kami, padahal tidak seorang pun dari kami yang keluar ?" Allah berkata, " Musa ! Aku turun kan hujan karena yang menyebabkannya tertahan telah hilang, "
   " Tuhanku..! Tunjukkan padaku hamba yang sudah taat itu " pinta musa.
   " Allah berkata, "Musa, Aku tidak akan membuka aibnya meski ia dulu mendurhakai Ku. Pantaskah Aku membuka aibnya ketika ia telah mentaati Ku,
Subhanallah dari kisah ini bisa kita ambil hikmah bahwasanya dosa-dosa itu lah yg menghalangi rezeki itu datang kepada seseorang, dosa itu seperti sampah yg menumpat selokan air, sehingga air tidak mengalir, semoga kita selalu di lindungi oleh Allah dari godaan saitan yg terus membisikkan kita agar terjerumus dalam kubangan dosa, semoga kita selalu menjadi orang yang terus melakukan intropeksi & bertobat dari dari dosa-dosa kecil kita sampai dosa-dosa besar kita, InshaAllah



Posted Hardiansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar